Menu Click to open Menus
Home » Training Center » Training Hukum Property » Ketika Anak Sering Berbohong

Ketika Anak Sering Berbohong

(111 Views) Desember 16, 2015 2:48 am | Published by | No comment

Oleh : Ny. Dra. Variyanti Zarkasyi

pinikio

Berbohong adalah upaya anak untuk memperdaya orang lain. Untuk anak-anak di bawah umur lima tahun, berbohong adalah perbuatan yang tidak disadari serta bersifat spontan. Tetapi bagi anak-anak usia sekolah, berbohong merupakan perbuatan yang sudah disadari dan memiliki tujuan tertentu. Menjadi tanggungjawab orangtua untuk mengarahkan perbuatan anak yang kurang wajar ini. Apabila kebiasaan berbohong ini terbiasa dilakukan anak, maka hal itu akan dibawanya terus sampai usia dewasa, dan hal ini tentu sangat merugikan dirinya dalam kehidupan sosialnya.

Karena terbatasnya perbendaharaan kata, seorang anak sering tidak mampu mengungkapkan atau menceritakan sesuatu secara jelas. Dan ini akan memberi kesan kepada orangtua bahwa anak mulai tidak jujur. Dalam hal ini orangtua berkewajiban untuk menjelaskan kepada anak akan arti sebuah kejujuran. Kejujuran sebagai suatu sikap yang terpuji haruslah dikenalkan kepada anak sejak dini.

Adapun secara umum yang menyebabkab anak berbuat bohong adalah :

  1. Pengaruh cerita-cerita khayal.
  2. Keinginan meniru orang lain.
  3. Untuk mempertahankan diri.
  4. Berbohong untuk menarik perhatian.

berilah-senyum-manisPenghargaan atas prestasi yang dicapai bagi anak merupakan tuntutan yang sangat penting. Tetapi  sebagian besar orangtua kurang menyadari hal ini. Karena merasa kurang diperhatikan, maka anak akan melakukan suatu hal yang aneh-aneh dengan harapan orang lain (termasuk juga orangtua) akan memperhatikannya.  Salah satu cara yang paling aman adalah dengan berbohong. Dengan berbohong maka orang lain akan memperhatikannya meskipun dengan hati dongkol. Dan, celakanya, seringkali anak dalam berbohong tidak pada hal-hal yang kecil saja, melainkan juga pada hal-hal yang besar dan prinsip.

Pemecahan praktis yang dapat dilakukan oleh orantua adalah selalu memberikan perhatian kepada anak dengan penuh kesabaran dan keiklasan. Dengan adanya perhatian dari orangtua itu anak akan merasa tentram dan aman.

Foto Profil dari admin This post was written by Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.
About

Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.

Tags:
Categorised in:

Show notes

  • on a map
  • as thread
  • by knowledge type
  • by person
  • by date

Leave a Reply