Menu Click to open Menus
Home » Artikel » Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

(283 Views) Desember 26, 2015 4:30 pm | Published by | No comment

KDRT-fisik

  • Kekerasan fisik, yakni apapun perbuatan yang disengaja, meski dengan alasan menyatakan kekesalan, kemarahan bahkan menghukum, sasaran, fisik, tubuh dan bagian-bagian tubuh yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau bahkan luka.
  • Kekerasan psikis, yakni perbuatan yang tidak menyasar fisik korban, tetapi mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis korban.
  • Kekerasan Seksual, yakni setiap perbuatan pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan seksual hubungan seksual dengan cara yang tidak wajar dan / atau tidak disukai.
  • Penelantaran Rumah Tangga, yakni perbuatan menelantarkan orang  dalam lingkup rumah tangga, padahal orang tersebut harus dinafkahi, dirawat dan dipelihara. Penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan /atau melarang untuk review bekerja yang layak di luar rumah, sehingga korban berada dibawah kendali pelaku.

Bila anda atau teman andari menjadi korban “Kekerasan Dalam Rumah Tangga” (KDRT) seperti yang telah diuraikan di atas, maka upaya-upaya yang dapat ditempuh adalah :

  • Cobalah mencari dukungan dari anggota keluarga yang lain. Tujuannya untuk menenangkan diri bagi korban dan pihak keluarga tersebut dapat memberikan solusinya, misal akan mencoba berusaha menegur pelaku terlebih dahulu agar tidak meneruskan perbuatan buruknya dan / atau  akan membantu menempuh jalur hukum apabila hal tersebut menjadi hal yang terbaik.
  • Minta bantuan perangkat kampung atau pemuka masyarakat atau bisa juga tokoh lain yang mungkin bisa mengajak bicara pelaku atau orang-orang tersebut diharapkan menjadi mediator.
  • Lapor kekantor polisi. Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah sekedar urusan pribadi masing-masing keluarga, tetapi merupakan tindak pidana, maka anda berhak melapor ke kantor polisi bila mengetahui adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga.
  • Melapor kedokter. Laporlah ke dokter atau layanan kesehatan terdekat, untuk mendapat pengobatan dan atau visum (dapat dijadikan sebagai alat bukti pada saat melapor ke polisi dan pemeriksaan di muka persidangan nanti).
  • Minta bantuan organisasi dampingan. Bahwa di setiap daerah mungkin organisasi dampingannya berbeda. Anda bisa datang ke Women Crisis Center (WCC), organisasi layanan/bantuan hukum seperti LBH, LBH APIK, LKBH, PSBH, dll.
Foto Profil dari admin This post was written by Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.
About

Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.

Tags:
Categorised in:

Show notes

  • on a map
  • as thread
  • by knowledge type
  • by person
  • by date

Leave a Reply