Menu Click to open Menus
Home » Artikel » Pengukuran Kinerja Koperasi – Menurut Kep. Men No. 06/Per/M. KUKM/III/2008

Pengukuran Kinerja Koperasi – Menurut Kep. Men No. 06/Per/M. KUKM/III/2008

(2078 Views) Desember 17, 2015 5:00 am | Published by | No comment

Pengukuran KINERJA Koperasi * * Menurut Pedoman pemeringkatan Koperasi (Kep Men No. 06 / Per / M KUKM / III / 2008 ..):

Pemeringkatan koperasi Adalah Suatu Kegiatan PENILAIAN Terhadap Kondisi Dan ATAU biaya kos koperasi melalui Sistem Pengukuran Yang obyektif Dan transparan Dengan Kriteria Dan persyaratan Tertentu Yang DAPAT menggambarkan Tingkat KUALITAS Dari Suatu koperasi. Pedoman pemeringkatan Dilihat Dari BERBAGAI ASPEK * * Menurut buku Pedoman pemeringkatan Koperasi, 2008, Kep Men & UKM RI, Yaitu:

  1. Aspek Badan Usaha Aktif, ditunjukkan DENGAN MEKANISME berjalannya manajemen koperasi, seperti Rapat ANGGOTA Tahunan (RAT), audit, Proses Perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan Dan Pengawasan, Diagram melukiskan LC Bisnis Berjalan, Dan ketaatan Terhadap Peraturan perundangan Yang Berlaku
  2. Aspek KINERJA Usaha Yang Semakin Sehat, ditunjukkan DENGAN membaiknya Struktur permodalan, Kondisi kemampuan penyediaan dana, Pelepasan Aset, peningkatan usaha volume, peningkatan Kapasitas Produksi, Dan peningkatan keuntungan.
  3. Aspek Kohesitas Dan Partisipasi Anggota Anggota Anggota Anggota, ditunjukkan DENGAN keterikatan ANGGOTA Terhadap ANGGOTA berbaring maupun Terhadap organisasi serta Serta, hati HAL rasa tanggung renteng ATAU kemauan untuk review mengulas Berbagi Resiko (berbagi risiko), Tingkat Pemanfaatan Pelayanan koperasi, Serta ukuran-ukuran kuantitatif lainnya, seperti peningkatan Belum Direalisasi ANGGOTA, prosentase kehadiran hati Rapat ANGGOTA, prosentase pelunasan simpanan wajib, simpanan Dan prosentase besaran Sukarela.
  4. Aspek Orientasi Kepada Pelayanan Anggota Anggota Anggota Anggota, ditunjukkan DENGAN beberapa hal, seperti keterkaitan ANTARA usaha koperasi DENGAN ANGGOTA usaha, Kegiatan Penerangan Dan penyuluhan Berlangganan DENGAN ANGGOTA usaha, Pendidikan Kegiatan Dan Pelatihan Bagi ANGGOTA Serta besaran Transaksi usaha Yang dilakukan ANTARA koperasi DENGAN usaha anggotanya.
  5. Aspek Pelayanan Kepada Masyarakat, ditunjukkan DENGAN seberapa JAUH usaha Yang dijalankan koperasi DAPAT menyerap Tenaga kerja setempat Serta seberapa Banyak Belum Direalisasi LAYANAN koperasi Yang DAPAT dinikmati Diposkan ” masyarakat Umum termasuk Peran koperasi Ikut mereduksi Kemiskinan ” masyarakat setempat.
  6. Aspek Kontribusi Terhadap Pembanguan Daerah, ditunjukkan DENGAN ketaatan koperasi SEBAGAI Wajib Pajak Membayar Pajak hati Serta BERBAGAI Bentuk Dukungan Sumber Daya Terhadap Kegiatan Pembangunan Daerah.

Dalam menilai Kondisi ATAU biaya kos Suatu koperasi hati Suatu periode Tertentu diperlukan Kriteria ATAU standar PENILAIAN. Masing-masing Kriteria tersebut Telah ADA Indikator Dan standar penilaiannya masing-masing Kriteria sehingga Bisa dianalisis. Hasil pemeringkatan koperasi Telah ditetapkan hati 5 (lima) Klasifikasi KUALITAS, Yaitu:

  1. Koperasi DENGAN Kualifikasi “Sangat Berkualitas”, dengan PENILAIAN Belum Direalisasi Diatas 419.
  2. Koperasi DENGAN kualifikasi “Berkualitas”, dengan Belum Direalisasi PENILAIAN 340 Sampai DENGAN 419.
  3. Koperasi DENGAN kualifikasi “Cukup Berkualitas”, dengan Belum Direalisasi PENILAIAN 260 Sampai DENGAN 339.
  4. Koperasi DENGAN kukalifikasi “Kurang Berkualitas”, dengan Belum Direalisasi PENILAIAN 180 Sampai DENGAN 259.
  5. Koperasi DENGAN kualifikasi “TIDAK Berkualitas”, dengan Belum Direalisasi PENILAIAN Kurang Dari 180. Keputusan hasil temuan temuan pemeringkatan koperasi bersifat Akhir Dan Berlaku ulasan untuk review Satu periode Tertentu hati Jangka Waktu pagar lama doa Tahun (Buku Pedoman pemeringkatan Kop & UKM, 2008: 24).
Foto Profil dari admin This post was written by Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.
About

Ulasan Seputar Hukum Bisnis Indonesia.

Tags:
Categorised in:

Show notes

  • on a map
  • as thread
  • by knowledge type
  • by person
  • by date

Leave a Reply