Perbedaan prinsipal, antara hukum acara perdata dgn hukum acara pidana

Hukum acara perdata ialah hukum yang mengatur bagaimana cara-cara memelihara dan mempertahankan hukum perdata material.

Hukum acara pidana ialah Hukum yang mengatur bagaimana cara-cara memelihara dan mempertahankan hukum pidana material.

Perbedaan antara hukum acara perdata dengan hukum acara pidana yaitu :

  1. Perbedaan mengadili,
  2. Perbedaan pelaksanaan,
  3. Perbedaan dalam penuntutan,
  4. Perbedaan alat-alat bukti,
  5. Perbedaan penarikan kembali suatu perkara,
  6. Perbedaan kedudukan para pihak,
  7. Perbedaan dan dasar keputusan hakim,
  8. Perbedaan macamnya hukuman,
  9. Perbedaan dalam bandingan.

Perbedaan mengadili yaitu :

  • Hukum acara perdata mengatur cara-cara mengadili perkara perdata di muka pengadilan perdata oleh hakim perdata.
  • Hukum acara pidana mengatur cara-cara mengadili perkara pidana di muka pengadilan pidana oleh hakim pidana.

Perbedaan pelaksanaan yaitu :

  • Pada acara perdata, inisiatif datang dari pihak yang berkepentingan yang dirugikan.
  • Pada acara pidana, inisiatif datang dari Penuntut Umum (Jaksa).

Perbedaan dalam penuntutan yaitu :

  • Dalam acara perdata, yang menuntut si Tergugat adalah pihak yang dirugikan. Penggugat berhadapan dengan Tergugat. Jadi tidak terdapat Penuntut Umum (Jaksa).
  • Dalam acara pidana, Jaksa menjadi penuntut terhadap si Terdakwa. Jaksa sebagai penuntut umum yang mewakili negara, berhadapan dengan Terdakwa. Disini ada Penuntut Umum (Jaksa).

Perbedaan alat-alat bukti yaitu :

  • Dalam acara perdata, sumpah merupakan alat pembuktian (terdapat 5 alat bukti :surat-surat, saksi-saksi, dugaan, pengakuan dan sumpah).
  • Dalam acara pidana, 4 alat bukti (kecuali sumpah).

Perbedaan penarikan kembali suatu perkara yaitu:

  • Dalam acara perdata, sebelum ada putusan hakim, pihak-pihak yang berkepentingan boleh menarik kembali perkaranya.
  • Dalam acara pidana tidak dapat ditarik kembali.

Perbedaan kedudukan para pihak yaitu :

  • Dalam acara perdata, pihak-pihak mempunyai kedudukan yang sama. Hakim hanya bertindak sebagai wasit dan bersifat pasif.
  • Dalam acara pidana,  kedudukan jaksa lebih tinggi daripada terdakwa. Hakim juga turut aktif.

Perbedaan dalam dasar keputusan hakim yaitu :

  • Dalam acara perdata, keputusan hakim cukup dengan mendasarkan diri kepada kebenaran formal saja (akta tertulis dan lain-lain).
  • Dalam acara pidana, putusan hakim harus mencari kebenaran material (menurut keyakinan, perasaan keadilan hakim sendiri).

Perbedaan macam hukuman yaitu :

  • Dalam  acara perdata, Tergugat yang terbukti kesalahannyadihukum denda atau hukuman kurungan sebagai pengganti denda.
  • Dalam acara pidana,  Terdakwa yang terbukti kesalahannya dihukum mati, penjara, kurungan atau denda atau dengan tambahan hukuman seperti : dicabut hak-hak tertentu.

Perbedaan dalam bandingan yaitu :

  • Bandingan perkara perdata dari Pengadilan Negeri ke Pengadilan Tinggi disebut appel.
  • Bandingan perkara pidana dari Pengadilan Negeri ke Pengadilan Tinggi disebut revisi.
Do You Like This Articles ? Share it ..!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*